Analisis Fenomenologis Framing Pemberitaan Kasus Kekerasan Domestik di Media Online Nasional dan Lokal Bengkulu Tengah
Keywords:
KDRT, Media Online, Framing, Fenomenologi, Konstruksi RealitasAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi pemberitaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Bengkulu Tengah melalui pendekatan fenomenologis dengan menelaah perbedaan narasi antara media online nasional dan lokal. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana media membingkai peristiwa dan mengonstruksi makna pada level teks pemberitaan dalam membentuk pemaknaan pembaca secara konseptual terhadap kasus KDRT, bukan pada pengalaman empiris pembaca. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dan analisis isi terhadap sebelas artikel berita yang dipublikasikan oleh empat media online. Proses analisis mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang divalidasi melalui triangulasi teori komunikasi massa, framing, dan perspektif sosial mengenai kekerasan domestik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media nasional, seperti Detik.com dan FIN News, lebih menekankan motif pelaku, kronologi awal, serta prosedur hukum, sehingga membentuk konstruksi realitas yang bersifat legal-formal. Sebaliknya, media lokal seperti RakyatBengkulu.com dan Bengkuluekspress.com menonjolkan konteks sosial, respons masyarakat, dan dinamika emosional keluarga, sehingga menghasilkan narasi yang lebih humanistik dan berorientasi pada kedekatan kultural. Perbedaan konstruksi ini berdampak pada pembentukan persepsi publik, sensitivitas sosial, serta pemaknaan terhadap kompleksitas KDRT. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan peran strategis media dalam membentuk wacana publik mengenai kekerasan domestik melalui proses konstruksi naratif yang berbeda berdasarkan orientasi redaksional masing-masing.
References
Apul, M. M. B., Liwang, G. P., & Lapalelo, P. A. (2024). Konstruksi Prahara Sambo: Jurnalisme viral dalam bingkai media online. Scriptura, 14(2), 163–176. https://doi.org/10.9744/scriptura.14.2.163-176
Arum Mandalia, S. (2022). Konstruksi sosial pada pemberitaan CNBC Indonesia Kisruh Formula‑E menggunakan analisis framing. LANTERA: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 4(2), 55-73. https://doi.org/10.30999/lantera.v2i1.2697.
Dobash, R. E., & Dobash, R. P. (2004). Women, violence, and social change. Routledge.
Entman, R. N. (1993). Framing: Toward clarification of a fractured paradigm. Journal of Communication, 43(4), 51–58.
Meilinda, V., & Indreswati, I. (2023). Dampak kesehatan korban domestic violence. Jurnal Kesehatan Perintis, 10(1), 7–13. https://doi.org/10.33653/jkp.v10i1.987
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Gufran, R., Rosmini, R., & Latief, F. (2020). Analisis framing kekerasan seksual terhadap anak di media online Kompas.com dan Detik.com menggunakan model Entman. Jurnal Komunikasi Indonesia, 7(2), 55–70.
Haryadi, A., Hidayat, R., & Sirait, M. (2022). The frame of domestic violence during the COVID-19 pandemic: A comparative study of mainstream and gender-sensitive media. Jurnal Ilmu Komunikasi, 14(1), 23–41.
Ramadani, G. P., & Slamet, M. (2024). Framing pemberitaan kasus pelecehan seksual di MA Darul Faizin Jombang pada media online. Spektra Komunika, 4(2). https://doi.org/10.33752/spektra.v4i2.9063
Schutz, A. (1967). The phenomenology of the social world. Northwestern University Press.
Sunarto, B., Yusriana, R., Pratiwi, A., & Safira, N. (2023). Critical framing analysis: Violence against women on online media. Jurnal Media dan Gender, 6(1), 101–119.
Talani, M., Rahmatiah, D., Kerebungu, P., & Wiroto, S. (2023). Framing kekerasan dalam rumah tangga di media siber Hulondalo.Id: Representasi pelaku dan korban. Jurnal Studi Media Online, 5(2), 87–102.
Lee, P.-Y., & Lee, B.-O. (2022). Lived experiences of domestic violence in women and their children: A phenomenological study. Healthcare, 10(8), 1518. https://doi.org/10.3390/healthcare10081556
Sokowati, M. E., Hassan, F. (2024). Visual representation of domestic violence in Kompas.com and Detik.com. Jurnal ASPIKOM, 10(1), 235-250. http://dx.doi.org/10.24329/aspikom.v9i2.1547
Syukron, M., Akbr, M., Sonni, A. F. (2025). Framing analysis of the Agus Buntung case Coverage In Indonesian Online Media. Communicative: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 4(2), 184-202.
Setyorini, D. (2024). Reader interpretations of sexual violence news on Magdalene.co. ICoDSS Conference Proceedings, 1(1), 298-304. https://doi.org/10.62201/icodss.v1i01.174
Paramitha, A. P. K. (2023). Pengaruh pemberitaan media massa dan opini publik terhadap berita viral (KDRT). Jurnal El-Hamra: Kependidikan dan Kemasyarakatan, 8(3), 153–158.
Hasyim, H. (2022). Kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam rumah tangga perspektif pemberitaan media. Sawwa: Jurnal Studi Gender, 9(1), 159-178. https://doi.org/10.21580/sa.v9i1.671
Fitriani & Pratama (2023) Narasi media dan pembentukan persepsi publik pada kasus kekerasan domestik. Jurnal Komunikasi Global, 12(3), 215–228.
Munawarah, Z. (2024). Konstruksi media online dalam pemberitaan kekerasan terhadap perempuan. Medkom: Jurnal Media dan Komunikasi, 4(2), 139-153.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Heri Bagus Nurdiansyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.