Analisis Etika Ekofeminisme Vandana Shiva tentang Tanggung Jawab Manusia terhadap Alam dalam Krisis Lingkungan di Indonesia

Authors

  • Sandrina Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Keywords:

Ekofeminisme, Vandana Shiva, Krisis Lingkungan, Tanggung Jawab Manusia, Etika Lingkungan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis krisis lingkungan di Indonesia serta mengkaji tanggung jawab manusia terhadap alam melalui perspektif ekofeminisme Vandana Shiva. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang berada dalam paradigma interpretatif-kritis, data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif-analitis melalui tahapan identifikasi konsep, interpretasi tekstual, dan kontekstualisasi dengan pendekatan hermeneutik kritis. Hasil menunjukkan bahwa krisis lingkungan berkaitan erat dengan paradigma pembangunan modern yang memisahkan manusia dari alam dan mendorong eksploitasi sumber daya alam. Perspektif ekofeminisme Vandana Shiva menegaskan bahwa tanggung jawab manusia terhadap alam mencakup dimensi etis, sosial, struktural, dan pendidikan yang menekankan relasi harmonis antara manusia dan lingkungan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi paradigma pembangunan serta penguatan peran komunitas lokal dan perempuan menjadi langkah penting dalam membangun keberlanjutan ekologis dan keadilan lingkungan.

 

References

Alvermann, D. E., & Sanders, R. K. (2022). Adolescent literacies in a digital age: Reconsidering norms and practices. Journal of Adolescent & Adult Literacy, 66(1), 3–12. https://doi.org/10.1002/jaal.1238

Boczkowski, P. J., & Papacharissi, Z. (2022). Platform literacy: Understanding communication practices across digital media. Routledge.

Breakstone, J., Smith, M., Wineburg, S., & McGrew, S. (2021). Evaluating information in a digital age: Developing students’ critical online reasoning. Journal of Educational Computing Research, 59(4), 647–673. https://doi.org/10.1177/0735633120965496

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Dhari, P. W., & Mawaddah. (2025). The strategic role of Indonesian language teachers in increasing students' learning motivation. Journal Informatic, Education and Management (JIEM), 7(2), 27–38. https://doi.org/10.61992/jiem.v7i2.119

García, O., & Kleifgen, J. A. (2018). Educating emergent bilinguals: Policies, programs, and practices for English learners (2nd ed.). Teachers College Press.

Gee, J. P., & Serafini, F. (2021). Literacy and multimodal learning in the digital era. MIT Press.

Gleason, B., & Von Gillern, S. (2023). Ethical dimensions of digital literacy education: Developing responsible digital citizens. Journal of Media Literacy Education, 15(1), 25–40. https://doi.org/10.23860/JMLE-2023-15-1-3

Godhe, A., & Magnusson, A. (2022). Digital multimodal literacy in contemporary language education. Language Learning & Technology, 26(2), 45–63. https://doi.org/10.1016/j.langtech.2022.03.005

Hasnitah, A. (2023). Sosiolinguistik dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, 13(2), 442–451. https://doi.org/10.23969/literasi.v13i2.7442

Heriyanto & Nurislaminingsih. (2025). Dari kode ke tema: Teknik pengodean bagi peneliti kualitatif. Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi. 9 (2), 295-303 https://doi.org/10.14710/anuva.9.2.295-303

Hobbs, R. (2021). Digital and media literacy: Connecting culture and classroom. SAGE Publications.

Isnarini, E. (2024). Patterns, trends, and the dynamics of digital language. Lingua.

Jenkins, H., Ito, M., & boyd, d. (2023). Participatory culture in a networked era: A conversation on youth, learning, commerce, and politics. MIT Press.

Krutka, D. G., Carpenter, J. P., & Trust, T. (2023). Assessing multimodal literacy in digital learning environments. Computers & Education, 196, 104734. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2022.104734

Moore, E., & Podesva, R. (2024). Style, indexicality, and the social meaning of tag questions. Language in Society, 53(1), 1–29. https://doi.org/10.1017/S0047404523000660

Nababan, W. R., Rahmadani, N., Tamba, W. O. V., & Hidayat Nst, T. K. (2024). Tantangan Bahasa di Era Digital Terhadap Kesalahan Berbahasa Dalam Komunikasi Media Sosial. Jurnal Bahasa Daerah Indonesia, 1(3). https://doi.org/10.47134/jbdi.v1i3.2602

Pangrazio, L., & Sefton-Green, J. (2021). From digital literacy to digital participation: Rethinking learning in a multimodal world. Learning, Media and Technology, 46(3), 265–278. https://doi.org/10.1080/17439884.2021.1905871

Sulistiyarini, S., & Prasetyo, G. T. (2024). Language variations of adolescents on TikTok social media. Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching, 8(1), 33–42. https://doi.org/10.31002/metathesis.v8i1.143

Tasyarasita, A. Z., et al. (2023). Ragam bahasa slang oleh remaja Gen Z pada media sosial TikTok pada masa pandemi COVID-19. Translation and Linguistics (Transling), 3(2), 98–109.

Downloads

Published

2026-03-30

How to Cite

Sandrina. (2026). Analisis Etika Ekofeminisme Vandana Shiva tentang Tanggung Jawab Manusia terhadap Alam dalam Krisis Lingkungan di Indonesia. JEDMI: Journal of Education and Multidisciplinary Studies, 1(2), 255–267. Retrieved from https://journal.megantaraabdinusa.org/index.php/jedmi/article/view/110