Relevansi Teori Living Law Eugen Ehrlich dalam Membangun Legitimasi Sosial Hukum Formal di Indonesia

Authors

  • Tegar Saputra Universitas Merdeka Malang

Keywords:

Living Law, Sosiologi Hukum, Legitimasi Sosial, Penegakan Hukum

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi teori living law Eugen Ehrlich dalam praktik penegakan hukum di Indonesia serta perannya dalam membangun legitimasi sosial hukum formal. Teori living law menegaskan bahwa hukum tidak hanya dipahami sebagai norma tertulis yang dibentuk oleh negara, tetapi juga sebagai norma sosial yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan sosiologi hukum dan konseptual. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, serta literatur ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis secara kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa living law berfungsi sebagai mekanisme pengendalian sosial, integrasi sosial, dan penyelesaian konflik berbasis musyawarah dalam masyarakat Indonesia. Meskipun sistem hukum nasional telah mengakui keberadaan hukum yang hidup dalam masyarakat, hubungan antara hukum formal dan living law masih bersifat dinamis dan terkadang menimbulkan ketegangan antara legitimasi sosial dan legitimasi formal. Oleh karena itu, integrasi keduanya penting untuk meningkatkan efektivitas penegakan hukum dan legitimasi sosial hukum di Indonesia.

References

Achmad Hariri, & Basuki Babussalam. (2024). Legal Pluralism: Concept, Theoretical Dialectics, and Its Existence in Indonesia . Walisongo Law Review (Walrev), 6(2), 146–170. https://doi.org/10.21580/walrev.2024.6.2.25566

Asmawi., Fudhaili, A., Dahlan, A., Yunus, N. R., & Azizah. (2025). Living law in Indonesia’s new criminal code: Legal controversies and its relevance with the urf. Jurnal Hukum Islam, 23(2). https://doi.org/10.28918/jhi.v23i2.07

Cotterrell, R. (2017). Sociology of law: An introduction (2nd ed.). Oxford University Press.

Ehrlich, E. (1936). Fundamental principles of the sociology of law. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Harahap, A. P., Ramadhona, A., Sari, M., & Hasibuan, N. L. (2025). Legal pluralism and customary justice in Indonesia: Reconstructing adat law under state legal dominance. Littera Legis: Journal of Law, Society, and Justice, 1(1), 1–16.

Ilma, I. N., Syafii, A., & Mursyid, B. T. (2025). The role of Togura Nuada as a mediator in Kaili tribe's household conflict resolution. Jurnal Cendekia Hukum, 10(1), 116–130.

Istiqomah, N. F. P. (2025). Legitimasi putusan lembaga adat dalam sistem hukum nasional: Studi terhadap peraturan perundang-undangan di Indonesia. Rewang Rencang: Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(3), 81-124. https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i3.840

Istirahat, I. (2023). Rekonstruksi peran hakim dalam mewujudkan keadilan substantif di pengadilan Indonesia. YUDHISTIRA: Jurnal Yurisprudensi, Hukum dan Peradilan, 1(2), 44–56. https://doi.org/10.59966/yudhistira.v1i2.1704

Kamaludin, & Saebani, B. A. (2024). Sosiologi hukum. Pustaka Setia.

Kamaludin, A., & Saebani, B. A. (2024). Sosiologi Hukum Sebagai Instrumen Kontrol Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat . Civilia: Jurnal Kajian Hukum Dan Pendidikan Kewarganegaraan, 3(2),162–170.

Karvatska, S. (2023). Socio-Historical Factors Of Law Perception In “Living Law” Concept By Eugen Ehrlich. Ehrlich’s Journal, (1), 42–51. Retrieved from https://journals.chnu.chernivtsi.ua/index.php/Ehrlich/article/view/55

Kurniawan, I Gede Agus, Putu Aras Samsithawrati, Ni Ketut Supasti Dharmawan, Fradhana Putra Disantara, and Ruetaitip Chansrakaeo. 2025. “Legal Reform in Business Dispute Resolution: A Study of Legal Pluralism in Indonesia, Vietnam, and Thailand”. Journal of Law and Legal Reform 6 (2): 569-616. https://doi.org/10.15294/jllr.v6i2.21128

Masyhar, A., Aisy, R., Widyawati, A., Maskur, M. A., & Murtadho, A. (2025). Reclaiming the unwritten: Living law’s prospects under Indonesia’s 2023 penal reform. Journal of Law and Justice, 8(1), 255–285. https://doi.org/10.22437/jlj.8.1.255-285

Pradhani, S. I. (2021). Pendekatan pluralisme hukum dalam studi hukum adat: Interaksi hukum adat dengan hukum nasional dan internasional. Undang: Jurnal Hukum, 4(1), 81–124. https://doi.org/10.22437/ujh.4.1.81-124.

Siregar, M. A. A., & Gumiri, E. R. (2025). Perkawinan kontrak dalam perspektif living law Eugen Ehrlich: Antara norma sosial dan kepastian hukum. Jurnal Tana Mana, 6(3), 245-255. https://doi.org/10.33648/jtm.v6i3.643

Suyatno, Hartanto, Syakdiah, & Kurniyati, N. N. (2024). Peran sosiologi hukum dalam masyarakat (kepatuhan terhadap aturan lalu lintas). Juridica: Jurnal Hukum, 6(1), 38-52. https://doi.org/10.46601/juridicaugr.v6i1.344

Wahyudhi, D., Herlambang, H., & Sudarti, E. (2025). Customary-based restorative justice: Philosophical foundations and normative relevance in the Indonesian criminal justice system. Edunity: Social and Educational Studies, 4(12). https://doi.org/10.57096/edunity.v4i12.460.

Yanti, R. A., & Irwansyah. (2023). Pluralisme hukum di Indonesia. Jurnal Cerdas Hukum, 2(1), 52–58.

Yunanto, H. (2022). Penegakan hukum di Indonesia: Tantangan normatif dan realitas sosial. Jurnal Rechtsvinding, 11(2), 145–160.

Zaky Anggara. (2025). Hukum Pidana Islam sebagai Living Law dalam Masyarakat Indonesia . Jurnal Al-Jina’i Al-Islami, 3(1), 30–42. https://doi.org/10.15575/jaa.v3i1.2958

Zarianto, A. A. A., & Adityarani, N. W. (2025). Eksistensi sosiologi hukum pada masyarakat Indonesia: Literature review atas teori living law Eugen Ehrlich. Juridische: Jurnal Penelitian Hukum, 4(1), 1–15.

Zein, M. F. (2023). Pentingnya Mentaati Dan Meningkatkan Kesadaran Hukum Di Masyarakat. Nomos: Jurnal Penelitian Ilmu Hukum, 3(2), 71–75. https://doi.org/10.56393/nomos.v3i2.1489.

Downloads

Published

2026-03-30

How to Cite

Saputra, T. (2026). Relevansi Teori Living Law Eugen Ehrlich dalam Membangun Legitimasi Sosial Hukum Formal di Indonesia. JEDMI: Journal of Education and Multidisciplinary Studies, 1(2), 204–218. Retrieved from https://journal.megantaraabdinusa.org/index.php/jedmi/article/view/108