Analisis Penerapan Perhitungan Materialitas dalam Pelaksanaan Prosedur Vouching untuk Menilai Kewajaran Akun Pendapatan dan Beban Operasional PT ABC
Keywords:
Audit, Materialitas, VouchingAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan konsep perhitungan materialitas dalam merencanakan dan melaksanakan prosedur vouching atas transaksi pendapatan dan beban operasional, serta menilai kewajaran akun-akun tersebut pada PT ABC. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan objek laporan keuangan PT ABC tahun 2024 yang diaudit oleh KAP X. Analisis dilakukan berdasarkan Standar Audit (SA) yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia, yaitu SA 320 tentang materialitas dan SA 500 tentang bukti audit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa auditor menetapkan overall materiality, performance materiality, dan trivial threshold sebagai dasar dalam menentukan fokus pemeriksaan. Prosedur vouching dilakukan dengan menelusuri pencatatan transaksi pendapatan dan beban operasional ke dokumen sumber, sehingga dapat memastikan keabsahan, keakuratan, dan kelengkapan transaksi. Penerapan materialitas yang tepat membantu auditor mengidentifikasi area berisiko tinggi, sedangkan vouching memastikan kewajaran akun pendapatan dan beban operasional. Dengan demikian, kombinasi kedua prosedur tersebut mendukung tercapainya opini audit yang wajar dan meningkatkan kredibilitas laporan keuangan PT ABC.
Downloads
References
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan konsep perhitungan materialitas dalam merencanakan dan melaksanakan prosedur vouching atas transaksi pendapatan dan beban operasional, serta menilai kewajaran akun-akun tersebut pada PT ABC. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan objek laporan keuangan PT ABC tahun 2024 yang diaudit oleh KAP X. Analisis dilakukan berdasarkan Standar Audit (SA) yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia, yaitu SA 320 tentang materialitas dan SA 500 tentang bukti audit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa auditor menetapkan overall materiality, performance materiality, dan trivial threshold sebagai dasar dalam menentukan fokus pemeriksaan. Prosedur vouching dilakukan dengan menelusuri pencatatan transaksi pendapatan dan beban operasional ke dokumen sumber, sehingga dapat memastikan keabsahan, keakuratan, dan kelengkapan transaksi. Penerapan materialitas yang tepat membantu auditor mengidentifikasi area berisiko tinggi, sedangkan vouching memastikan kewajaran akun pendapatan dan beban operasional. Dengan demikian, kombinasi kedua prosedur tersebut mendukung tercapainya opini audit yang wajar dan meningkatkan kredibilitas laporan keuangan PT ABC.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dera Lenovita Sari, Retno Widiastuti, Riezky Amalia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.